BONTI HARUS PUNYA TARGET, SUSUN RENCANA DENGAN BAIK

by Erwin Wahyudi

Diposting tanggal 2017-09-18 07:22:40



Bupati Sanggau menegaskan bahwa saat ini hingga tahun 2018 Bonti harus punya target dalam hal pembangunan infrastruktur. Orang nomor 1 di Sanggau ini menyebutkan ditahun 2018 nantinya tidak lagi orang yang bangun tidur masih injak tanah. Ia pun minta Kecamatan Bonti agar membuat perencanaan dengan baik dan lebih fokus pada sasaran pembangunan yang lebih prioritas.

"Sekarang hingga tahun 2018 saya minta Bonti punya target dalam hal pembangunan Infrastruktur, tidak ada lagi masyarakat yang bangun tidur masih injak tanah ditahun 2018, artinya jalan setapak sudah harus disemen. Tak hanya itu, Bonti juga harus membuat perencanaan yang baik dan lebih fokus pada sasaran pembangunan yang lebih prioritas, tidak menyebar kemana-mana”, tegas pemilik nama lengkap Paolus Hadi saat memberi arahan pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Bonti Tahun 2017 untuk Perencanaan Pembangunan Tahun 2018, Selasa pagi (14/2).

PH sapaan akrabnya, kembali mengingatkan gunakan ADD (Anggaran Dana Desa) untuk membangun jalan setapak, tidak selalu harus menunggu Pemerintah Kabupaten yang membangunnya. "Desa sudah ada ADD yang bisa digunakan untuk bangun jalan setapak, parit, dan lain-lain. Kan tidak harus tunggu Bupati untuk bangun itu", tuturnya.

Lewat arahannya tersebut, Paolus Hadi menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di Bonti yang harus mendapat penanganan serius adalah infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah, karena itu merupakan akses transportasi utama menuju ke Desa, terutama jalan menuju Desa Tunggul Boyok. “Infrastruktur di Bonti yang harus mendapat penanganan serius adalah infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah. Saya juga tegaskan kepada Bina Marga, agar para konsultan tolong tidak dipegaruhi kehendak orang lain untuk kepentingan tertentu, agar kerjanya lebih berfungsi dengan baik dan tepat sasaran”, Tegas Bupati.

Bicara masalah tanah, Bupati Sanggau mengaku tak pernah melarang masyarakat menanam, ia hanya mengingatkan alangkah baiknya jika yang ditanam itu bermacam-macam tanaman, tidak hanya sawit saja. “Jangan salah pengertian, saya tidak pernah melarang orang untuk menanam. Saya hanya mengingatkan peningkatan luas investasinya. Alangkah baiknya jika yang ditanam itu banyak macam tanaman atau bersawah, tidak hanya nanam sawit saja. Saat ini memang merasa tanah masih luas, suatu saat kebingunan karena lahan tanah habis. Belum dikurangi sungai, bangunan dan lain”, pungkasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, pria yang gemar berkebun itupun mengingatkan masyarakat agar tetap melindungi hutan dengan baik, khusunya hutan lindung. Ia tak membenarkan masyarakat yang asal tebang pohon tapi tak mau tanam kembali. “Apa jadinya daerah ini 10 - 20 tahun kedepan jika hutan sudah habis? tanyanya. Siap-siap saja masyarakat tidak punya sumber air lagi jika lingkungan sudah rusak. Lingkungan rusak sulit memperbaikinya”, ujar mantan Anggota DPRD tersebut.