Abstrak
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span class="fontstyle01"><span style="font-size:12.0pt;line-height:107%">Sebagai bagian dari pergaulan
internasional, Indonesia mengemban tanggung jawab moral dan hukum untuk
menjunjung tinggi dan melaksanakan Deklarasi Universal tentang HAM. Prinsip
tersebut juga selaras dengan dasar negara Republik Indonesia yaitu Pancasila, khususnya
sila kedua berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”.<o:p></o:p></span></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span class="fontstyle01"><span style="font-size:12.0pt;line-height:107%">HAM merupakan hak yang melekat pada
diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental yang harus dihormati, dijaga
dan dilindungi bersama, baik antara individu, pemerintah/pemerintah daerah dan
negara. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa
mengemban tanggung jawab moral dan hukum untuk menjunjung tinggi dan
melaksanakan Deklarasi Universal tentang HAM yang ditetapkan oleh Perserikatan
Bangsa-Bangsa, serta berbagai instrumen internasional lainnya mengenai HAM yang
telah diterima oleh negara Republik Indonesia.<o:p></o:p></span></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span class="fontstyle01"><span style="font-size:12.0pt;line-height:107%">Sebagai bagian dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia, Kabupaten Sanggau turut mengemban tanggung jawab untuk
menghormati, melindungi, memenuhi, dan memajukan HAM. Melalui asas otonomi daerah,
Kabupaten Sanggau berkomitmen untuk menghormati, melindungi, memenuhi dan
memajukan serta menjamin pemenuhan HAM dalam menyelenggarakan urusan Pemerintahan
Daerah. Komitmen tersebut dilaksanakan melalui penerapan </span></span><span class="fontstyle21"><span style="font-size:12.0pt;line-height:107%">human
rightscity, </span></span><span class="fontstyle01"><span style="font-size:12.0pt;
line-height:107%">yang secara sederhana diterjemahkan sebagai Kabupaten Ramah
HAM. </span></span><span class="fontstyle21"><span style="font-size:12.0pt;
line-height:107%">Human Rights City </span></span><span class="fontstyle01"><span style="font-size:12.0pt;line-height:107%">yang diterapkan oleh Kabupaten
Sanggau merupakan adopsi dari prinsip-prinsip yang terkandung dalam </span></span><span class="fontstyle21"><span style="font-size:12.0pt;line-height:107%">Gwangju
Guiding Principles for a Human Rights City (Gwangju Principles). </span></span><span class="fontstyle01"><span style="font-size:12.0pt;line-height:107%">Prinsip-prinsip
tersebut ditetapkan pada tanggal 17 Mei 2014 dalam forum </span></span><span class="fontstyle21"><span style="font-size:12.0pt;line-height:107%">Human Rights
Cities </span></span><span class="fontstyle01"><span style="font-size:12.0pt;
line-height:107%">yang berlangsung di Gwangju, Korea Selatan pada tanggal 15-18
Mei 2014.<o:p></o:p></span></span></p><p>
</p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span class="fontstyle01"><span style="font-size:12.0pt;line-height:107%">Penerapan </span></span><span class="fontstyle21"><span style="font-size:12.0pt;line-height:107%">Human Rights
City </span></span><span class="fontstyle01"><span style="font-size:12.0pt;
line-height:107%">di Kabupaten Sanggau dimaksudkan untuk menjadikan HAM sebagai
prinsip dasar dan kerangka kerja bagi Kabupaten Sanggau dalam menyelenggarakan
urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan peran serta Kabupaten Sanggau dalam melindungi, menghormati, dan memajukan
HAM sehingga Kabupaten Sanggau menjadi Kabupaten Ramah HAM.</span></span><o:p></o:p></p>